Fenomena Langit Terbelah di Pacitan, Ada Apa Sebenarnya?


Pacitan adalah sebuah wilayah tingkat dua di provinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Ponorogo. Konon, asal usul nama Pacitan berawal dari bahasa Jawa yakni Pace nama buah dan Wetan yang artinya timur. Jika dirangkai, Pacitan artinya buah dari timur.

Pacitan berada di selatan Pulau Jawa sehingga mempunyai garis pantai yang cukup panjang. Karena itulah, wisata pantai di Pacitan termasuk destinasi favorit para turis baik domestik maupun mancanegara. Salah satunya tentu Pantai Klayar Pacitan yang terkenal.

Pacitan terkenal sebagai daerah penghasil batu mulia. Sekedar info, sebelum batu akik trending di Indonesia beberapa tahun silam, Pacitan sudah lebih dulu menjadi daerah yang banyak menghasilkan batu akik.

Dari sejumlah aliran sungai di Jawa Timur, sungai Maron di Pacitan adalah nama yang sekarang paling terkenal dengan keindahan alam di sisi alirannya.

Pacitan terbagi menjadi 12 kecamatan. Untuk kode posnya, Pacitan diawali dengan angka 635 tepatnya 63511 hingga 63518. Alun-alun Pacitan sendiri terletak di Krajan Kecamatan Pacitan.

Oia, ketika mendengar Pacitan tentunya benak kita akan tertuju pada sosok Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau adalah mantan Presiden RI untuk 2004-2014. Memang, Pacitan merupakan bumi kelahiran SBY. Di sinilah terdapat rumah peninggalan beliau yang berada di Kelurahan Ploso Pacitan.

Fenomena Langit Terbelah di Pacitan

Fenomena Langit Terbelah di Pacitan

Beberapa waktu lalu, tepatnya hampir setahun silam pada Agustus 2021, masyarakat dihebohkan dengan adanya fenomena langit terbelah di Pacitan. Kala itu, tampak awan putih terlihat membentuk garis panjang laksana membelah langit.

Tak sedikit masyarakat yang menduga bahwa fenomena tersebut sebagai isyarat akan terjadinya bencana alam. Hal ini bisa dimaklumi mengingat letak Pacitan yang berada di tepi pantai Samudera Hindia.

Sebagai lembaga yang berkompeten mengenai fenomena alam, BMKG kemudian memberikan penjelasan kepada masyarakat yang disampaikan langsung oleh Bapak Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami.

Menurut BMKG, ada dua penyebab sehubungan munculnya awan unik yang lurus memanjang tersebut. Kemungkinan pertama bahwa awan lurus tersebut adalah awan gulung atau roll cloud yang memang cukup langka. Terbentuknya awan ini diawali pertemuan dua udara dengan kelembaban yang berbeda satu sama lain.

Sedangkan kemungkinan kedua, awan ini bisa saja terbentuk dari lintasan pesawat jet. Bila betul disebabkan lintasan jet maka lama kelamaan lintasan akan mengecil.

Meski demikian, BMKG lebih cenderung untuk memastikan jika fenomena langit terbelah di Pacitan adalah bagian dari fenomena biasa dalam dunia atmosferik. Bukan isyarat atau pertanda akan munculnya bencana berupa gempa bumi atau lainnya.

(Photo: facebook.com/PacitanNetwork)

Lebih baru Lebih lama