Bukan 24 Jam, Inilah Fakta Sebenarnya dalam Sehari Semalam


Sejatinya, hidup kita sebagai manusia tak lepas dari ilmu fisika. Entah yang pernah dan sudah dipelajari di bangku sekolah maupun yang belum sama sekali.

Sebagai contoh, semua orang baik yang pintar fisika maupun tidak, tentu tahu bahwa buah jambu itu kalau jatuh dari pohon arahnya ke bawah, bukan ke atas. 

Bagi mereka yang jago fisika, fenomena buah jatuh dari pohon ini tentu tak lepas dari adanya hukum gravitasi. Ada hitung-hitungannya yang saya sendiri sudah lupa.

Beda lagi kalau buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ini bagian dari ilmu bahasa tepatnya peribahasa. Artinya jika lagi musim buah sebaiknya jangan di bawah pohon. Khawatir ketiban buah. He.. he.. he..

Fenomena buah jatuh hanyalah satu dari sekian banyak contoh kehidupan yang intinya bisa dipelajari secara fisika. Jika mau yang lebih nge-trend saat ini adalah fenomena bumi bulat dan bumi datar atau flat earth.

Sejauh ini, secara pribadi saya memahami bahwa bumi itu memang bulat bentuknya dan bukan datar. Karena itulah bumi juga berotasi atau berputar pada porosnya. Arah berputarnya dari barat ke timut melawah arus, eh arah jarum jam.

Hanya saja durasi berputarnya bumi dalam sehari semalam jika dihitung-hitung bukanlah 24 jam. Apakah ini sebuah konspirasi? Ya nggak juga.

Memang, kalau dihitung secara akurat apa adanya, waktu rotasi bumi dalam sehari semalam tidak sampai 24 jam melainkan cuma 23 jam, 56 menit dan 4 detik. Artinya masih ada waktu 3 menit dan 56 detik untuk genap 24 jam. Cukuplah kalau buat makan cilok.

Pembulatan 24 jam memang dilakukan guna mempermudah hidup kita manusia. Ya betul juga kan. Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah. Eh, kebalik ya.

Tentu akan cukup merepotkan dan mungkin membingungkan jika tidak dibulatkan ke 24 jam. Toh selisih waktu yang 3 menit dan 56 detik juga nantinya dirapel (digabung) pada bulan Februari setiap tahun kabisat atau tahun yang angkanya habis dibagi 4.

Itulah kenapa mereka yang lahir pada tanggal 29 Februari konon harus nunggu empat tahun sekali buat makan-makan di hari kelahirannya. Antara hemat dan sedih. Hi.. hi.. hi..

Catatan: gambar di atas hanya pemanis dan bagi yang gak suka manis-manis silakan tambah garam atau apalah terserah masing-masing.

(Photo: Oregonlive)

Lebih baru Lebih lama