Terkuak, Inilah Alasan Mengapa Dosen Penguji Gemar "Mengerjai" Mahasiswa Saat Sidang Skripsi


Bagi mereka yang ingin meraih gelar sarjana, tentu mau tak mau harus menempuh pendidikan tinggi. Ada universitas dan ada juga sekolah tinggi. Yang universitas misalnya UI, UGM, UNDIP dan ratusan atau mungkin ribuan universitas lain di seluruh Indonesia. Adapun yang sekolah tinggi contohnya STT Telkom, Sekolah Tinggi Pariwisata, Sekolah Tinggi Hukum dan lain sebagainya.

Sayangnya, sebelum diwisuda dan lulus dengan gelar S1, setiap mahasiswa diharuskan menyusun yang namanya skripsi atau tugas akhir. Sebuah tugas yang membutuhkan pikiran, tenaga dan waktu pastinya. Ada yang berhasil menyelesaikannya dalam empat bulan, enam bulan, satu tahun atau bahkan ada juga yang gak selesai-selesai.

Dari sekian banyak tahapan penyusunan skripsi, dari pengajuan judul hingga pencetakan, seminar judul dan sidang skripsi merupakan dua tahapan yang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. Di dua tahapan inilah mahasiswa akan dicecar dengan beragam pertanyaan seputar materi skripsi yang sedang disusunnya.

Khusus untuk sidang skripsi, umum diketahui jika banyak dosen penguji yang gemar mengerjai mahasiswa di hadapannya. Di sana mahasiswa akan dicecar sedemikian rupa yang tentu membuatnya tegang, deg degan atau bisa jadi ciut nyalinya.

Pertanyaannya, mengapa saat sidang skripsi banyak dosen berbuat demikian, mengerjai (atau membantai?) mahasiswanya sedemikian rupa? Nah, berikut beberapa alasan maupun latar belakangnya.

Menguji Keaslian atau Orisinalitas Skripsi

Perlu dipahami bahwa tidak semua skripsi disusun oleh mahasiswa. Ada sebagian mahasiswa, baik karena kesibukan maupun kemalasannya, lebih suka menyerahkan pengerjaan skripsi ke pihak-pihak yang menyediakan layanan penyusunan skripsi.

Dengan memberikan beragam pertanyaan, seorang dosen penguji nantinya akan mengetahui sejauh mana kemampuan mahasiswa memahami isi skripsinya. Jika skripsi tersebut memang dikerjakan dan disusun oleh mahasiswa bersangkutan maka akan mudah baginya menjawab pertanyaan dosen penguji.

Dosen penguji umumnya akan tahu mana yang dibuat sendiri mahasiswanya dan mana yang buatan orang lain. Para dosen ini biasanya tidak akan banyak bertanya begitu dia tahu bahwa skripsi tersebut adalah murni dikerjakan dan disusun mahasiswa di hadapannya.

Menunjukkan Superioritas

Seorang dosen penguji tentunya dulu juga pernah jadi mahasiswa. Terkadang, guna menunjukkan superioritasnya, dosen penguji perlu mencecar si mahasiswa untuk memperlihatkan betapa dia yang paling paham dan menguasai tema skripsi si mahasiswa.

Tak peduli apakah skripsimu asli atau buatan orang lain, dosen penguji yang tipenya seperti ini akan terus mengejarmu dengan banyak pertanyaan. Bahkan bisa jadi dialah yang akan mendominasi jalannya sidang skripsi dari awal hingga selesai.

Rivalitas dengan Dosen Pembimbing?

Dosen penguji bukanlah malaikat. Dia manusia biasa yang juga punya keinginan atau ambisi. Boleh jadi, selama ini dosen pengujimu punya rivalitas atau persaingan tersembunyi dengan dosen pembimbingmu. Hal seperti ini tentu biasa terjadi di dunia kerja. Bukan hanya di lingkungan kampus namun juga umum di lingkungan kerja lainnya seperti perusahaan maupun perkantoran.

Nah, karena rivalitas tersebut jadilah kamu sebagai mahasiswa yang terkena getahnya. Dia akan kejar terus dengan berbagai pertanyaan yang tujuannya membuatmu tak berkutik. Saat dirimu menyerah maka secara tak langsung menunjukkan kekalahan dosen pembimbingmu. Terlihat lucu bukan?

Tapi gak perlu khawatir. Seorang dosen penguji umumnya cukup bijak dalam menyikapi mahasiswa yang sedang sidang skripsi. Dia tidak akan menyerang jika tidak diserang. Karena itu, bersikaplah low profile saat sidang skripsi.

Upayakan jawab pertanyaan secukupnya dan tak perlu menunjukkan kamu lebih paham dibanding dosen pengujimu. Karena ada saatnya nanti kamu bisa mendebat dosen penguji tersebut, yakni ketika kamu sudah lulus, wisuda, bergelar sarjana dan ketemu dosen penguji tersebut di sebuah resto atau kafe. Di sanalah tempat yang tepat untukmu mendebat dosen pengujimu dulu. CMIIW...

(Photo: ISTIMEWA)

Lebih baru Lebih lama