Backpacker, Seni Mengunjungi Banyak Tempat dengan Biaya Minimalis


Konon, selama nafas masih di tenggorokan, selama itu pula manusia akan bertemu dan mempunyai apa yang disebut masalah. Entah masalah yang berkaitan dengan karir atau pekerjaan, masalah terkait pasangan, masalah keuangan dan sederet masalah lainnya yang bisa jadi berbeda antara satu dan lainnya/

Selain penyebab yang berbeda, cara menangani dan menyelesaikan masalah pun terkadang tidak sama. Ada yang lebih memilih berdiam diri di rumah, ada yang curhat dan ada pula yang melakukan refreshing dengan mengunjungi tempat tertentu.

Khusus bagi yang hobi traveling, meskipun butuh biaya yang tak sedikit, refreshing merupakan salah satu cara ampuh melupakan sejenak masalah yang ada. Dengan bepergian ke suatu tempat minimal akan mendapatkan pengalaman baru yang diharapkan bisa memompa semangat baru ke depannya.

Adapun bagi yang ingin refreshing namun dananya terbatas maka solusinya mungkin dengan backpacker, yakni seni mengunjungi banyak tempat dengan biaya minimalis.

Apa itu Backpacker?

Secara umum, backpacker adalah kegiatan mengunjungi suatu tempat dengan perlengkapan dan biaya minimalis. Perlengkapan di sini lazimnya sebuah tas ransel yang berisi beberapa pakaian ganti, alat makan dan minum, peralatan mandi dan alat pendukung lainnya semacam obat-obatan ringan, perlengkapan elektronik seperti charger serta tentu saja dompet berisi sejumlah uang, KTP dan kartu ATM (bila ada).

Untuk alas kaki, seorang backpacker biasanya mengenakan sepatu atau sandal khusus yang nyaman dipakai hingga seharian. Harapannya tentu agar kaki tak cepat terasa lelah dan berat saat melangkah.

Apa Tujuan Backpacker?

Lazimnya, tujuan utama backpacker adalah mengunjungi suatu tempat (baru) yang diharapkan dapat memperkaya wawasan dan pengalamannya. Dengan hadir langsung di tempat yang diinginkan, setidaknya mampu merasakan udara, tanah dan komponen lainnya di lingkungan sekitar tempat tersebut.

Di samping tujuan utama, para pegiat backpacker, biasanya juga mempunyai tujuan khusus. Entah untuk menghilangkan kejenuhan pekerjaan, melupakan kenangan pahit maupun alasan-alasan pribadi lainnya yang sekali lagi, bisa berbeda antara satu dan lainnya.

Bagaimana Mengawali Backpacker?

Bagi yang ingin mencoba merasakan sensasi sebagai backpacker, seseorang hendaknya mempersiapkan sejumlah hal demi kelancaran dan kenyamanan saat backpacker. Sebagai contoh, berikut beberapa hal yang sebaiknya disiapkan oleh mereka yang ingin mengawali backpackernya:

Tentukan wilayah atau tempat yang akan dikunjungi. Ini wajib agar tidak melenceng kemana-mana. Kita bisa mengunjungi beberapa tempat sekaligus dalam satu agenda backpacker asalkan tempat-tempat tersebut memang searah menurut rutenya. Jika tidak searah maka cukupkan saja ke satu tempat dan susun agenda tempat lainnya satu persatu di masa mendatang.

Cari informasi seputar tiket maupun hal-hal terkait tempat yang akan dikunjungi. Seperti landmark, tempat makan murah, penginapan murah maupun fasilitas-fasilitas umumnya seperti kantor polisi, puskesmas dan semacamnya.

Siapkan bekal secukupnya. Jangan terlalu banyak namun juga jangan tidak punya bekal sama sekali. Backpacker adalah identik dengan biaya minimalis tapi bukan dengan cara meminta-minta kepada orang lain. Boleh meminta tapi hendaknya hanya untuk situasi dan kondisi tertentu saja.

Pahami penggunaan kamera hape secara maksimal. Pelajari teknik mendapatkan gambar yang fokus, bagus dan tajam. Gunanya tentu agar bisa mendokumentasikan beragam tempat yang dikunjungi. Syukur-syukur gambar yang dihasilkan bisa laku di beragam marketplace khusus foto seperti Shutterstock, Microstock dan lainnya.

Jika kita senang menulis maka siapkan pula peralatannya. Namun seiring makin canggihnya hape maka kegiatan menulis pada dasarnya bisa dilakukan via hape. Yang penting jangan lupa membawa charger guna mengantisipasi battery yang menipis.

Apa Beda Backpacker dan Traveller?

Sejatinya, antara backpacker dan traveller punya beberapa kesamaan dan pastinya juga sejumlah perbedaan. Keduanya, baik backpacker dan traveller sama-sama melakukan perjalanan ke suatu tempat dan juga sama-sama membutuhkan persiapan.

Adapun perbedaannya mungkin terletak dari barang bawaan dan besaran biaya yang dihabiskan. Backpacker identik dengan biaya yang minimalis sedangkan traveller mungkin bisa menghabiskan biaya lebih banyak dibanding backpacker.

Demikian sekilas uraian pribadi seputar backpacker yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca. Meskipun terkesan masih dasar dan dangkal, saya berharap tulisan ini menjadi awal adanya tulisan-tulisan lain seputar backpacker di blog ini yang lebih bagus dan lebih dalam. Terima kasih atas kunjungannya dan salam backpacker.

(Photo: PIXABAY)

Lebih baru Lebih lama