Mengapa Alumni SMA Taruna Nusantara Cenderung Pendiam Saat Ditanya?


Bagi pelajar era 90 an yang kini mungkin sudah jadi bapak-bapak, nama SMA Taruna Nusantara merupakan salah satu SMA favorit dan terkenal melebihi sekolah menengah manapun di zamannya. Saat itu bahkan ada semacam anekdot bahwa kalau lulusan Taruna Nusantara akan melenggang mudah masuk ke Akademi Militer atau AKMIL.

Secara geografis, lokasi SMA Taruna Nusantara, yang juga disingkat Tarnus atau TN,  memang tak jauh dari Akademi Militer. Sama-sama terletak di Magelang Jawa Tengah. Kata taruna sendiri sejatinya tak lepas dari istilah yang ada dalam lingkungan militer.

Sebagaimana diketahui, Taruna Nusantara didirikan pada tahun 1990. Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan semi militer dan berasrama penuh. Pendirinya seorang mantan perwira tinggi terkenal di era 80 dan 90 an.

Jalur seleksi masuknya tergolong paling ketat saat itu. Bahkan nyaris menyerupai seleksi masuk akademi militer. Alhasil, mereka yang terpilih menjadi siswa SMA Taruna Nusantara adalah pelajar-pelajar yang secara akademik memang pilihan. Bukan kaleng-kaleng kalo menurut istilah sekarang.

Banyak alumnus SMA Taruna Nusantara yang cemerlang karirnya. Salah satunya siapa lagi kalau bukan Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa dipanggil AHY. Dia merupakan lulusan terbaik tahun 1997 dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer Magelang. Setelah mengundurkan diri dari dinas militer, kini AHY dikenal sebagai ketua umum salah satu partai terkemuka di Indonesia.

Uniknya, para lulusan SMA Taruna Nusantara cenderung pendiam jika ditanya seputar sekolahnya. Bukan karena sekolah ini jelek atau buruk prestasinya. SMA ini bahkan hingga sekarang masih menjadi salah satu SMA terbaik di Indonesia dengan sistem pendidikannya.

Usut punya usut ternyata ada sebagian alumni yang malu jika dirinya mengaku alumni TN. Mereka lebih suka menghindar jika ada yang bertanya seputar hal tersebut. Alasannya cuma satu. Bahwa menjadi alumni SMA TN ibarat memikul beban yang berat.

Kalau mereka sukses secara karir dan kinerjanya bagus maka orang akan berseloroh,

"Wah pantes, wajar, maklum. Dia kan alumni Taruna Nusantara. SMA yang terkenal itu."

Sebaliknya, jika karirnya kurang sukses atau kinerjanya buruk, maka orang pun akan bergumam,

"Katanya alumni Taruna Nusantara, kok karirnya cuma segitu. Sikapnya juga begitu, nggak mencerminkan sekolahnya dulu. Gak yakin dia alumni SMA TN yang terkenal itu."

Serba salah bukan? Ibarat buah simalakama. Mau sukses atau gagal tetap akan mendapat komentar dari orang yang bertanya.

Jadi, itulah mengapa para alumni Taruna Nusantara cenderung diem-diem bae kalau ditanya soal sekolahnya. Pilih low profile aja tampaknya. Cukup orang-orang terdekat yang tahu.

Update:

Saya pernah di sebuah pangkas rambut saat ingin cukur rambut dan di sana ada dua orang pelajar TN. Ketika ada yang tanya setelah lulus mau lanjut ke mana maka jawabannya berbeda namun serupa. Yang satu ingin ke Akademi Kepolisian atau AKPOL dan yang lainnya ingin ke Akademi Militer atau AKMIL.

Mungkin kalau kata bocah zaman now, kami anak TN nih. Senggol dong. Wkkkwkkk..

(Photo: Google Image)

Lebih baru Lebih lama