Bukan Sekedar Lukisan, Ternyata Ini Nama Gunung di Botol Air Minum dalam Kemasan yang Terkenal Itu


Gunung di Botol Air Minum dalam Kemasan

Menjadi pioner itu tidak mudah. Harus siap menghadapi beragam tantangan. Setidaknya itulah yang dirasakan seorang Tirto Utomo, perintis sekaligus pendiri bisnis air minum dalam kemasan bernama Aqua. 

Pada awalnya, sekitar pertengahan 70 an hingga 80 an, belum banyak masyarakat umum yang terdorong membeli air minum produksinya. Beliau bahkan sempat dianggap gila karena berani menjual air putih di kala orang-orang lebih suka memasak sendiri air minumnya di rumah masing-masing.

Mungkin, di sinilah perbedaan antara pebisnis sejati dan pebisnis abal-abal. Pak Tirto tetap meyakini bahwa produk air minum kemasannya akan diterima dan dibeli konsumen. Padahal, sebagaimana diketahui, sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, mudah saja sebetulnya bagi beliau untuk pindah jalur menjadi seorang advokat atau pengacara misalnya.

Kini, waktu telah membuktikan ketepatan insting bisnis Tirto Utomo. Aqua menjadi brand yang sangat melekat di konsumen ketika ingin memenuhi kebutuhan air minum untuk segala acara, baik formal maupun informal. Mulai dari acara di hotel yang megah hingga di pelosok kampung terpencil.

Lukisan Tiga Gunung

Bagi yang pernah membeli Aqua, tentu akan melihat lukisan tiga gunung berwarna biru. Sejatinya, lukisan ini bukanlah fiksi atau khayalan desainer kemasannya. Tiga gunung tersebut memang ada dan nyata.

Sebagai putra kelahiran Wonosobo, Tirto Utomo selaku pendiri Aqua tentu ingin agar tempat lahirnya tersebut punya sisi lain yang mendunia. Diwujudkannya keingin tersebut dalam bentuk gambar di botol air minum kemasan miliknya.

Gunung di Botol Air Minum dalam Kemasan

Ya, nama tiga gunung tersebut tak lain adalah Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Kembang. Adapun sudut atau angle pengambilan gambar dilakukan dari Gunung Prau.

Keempat gunung tersebut secara geografis memang meliputi banyak kabupaten di Jawa Tengah seperti Temanggung, Magelang, Banjarnegara, Kendal dan tentu saja Wonosobo. Namun sebagian besar lebih banyak masuk di wilayah Wonosobo.

Hidup Harus Punya Legacy

Konon, pada hari pemakaman Tirto Utomo yakni tahun 1994, jalanan Wonosobo sangat penuh bahkan sampai macet. Fenomena ini tentunya sangat bisa dipahami mengingat betapa banyak hal yang beliau berikan kepada masyarakat Indonesia.

Hingga sekarang, kisah bisnis air minum dalam kemasan yang didirikan Tirto Utomo menjadi salah satu materi bisnis yang banyak dibahas khususnya seputar branding. Barangkali inilah salah satu legacy atau warisan beliau yang akan terus dikenang, bukan saja setahun dua tahun tapi puluhan atau bahkan ratusan tahun ke depan.

Lebih baru Lebih lama