Sisi Gelap Dunia Kerja yang Perlu Anda Ketahui


Bekerja, apalagi di perusahaan atau perkantoran ternama, merupakan dambaan bagi sebagian besar orang terutama mereka yang baru menyelesaikan pendidikan. Selain nominal gaji yang menggiurkan, bekerja di perusahaan terkenal menjadi prestise tersendiri di mata masyarakat.

Namun, sebagaimana pepatah Jawa yang berbunyi Hidup itu Sawang Sinawang, bekerja di tempat-tempat ternama tidak selamanya menyenangkan. Ada hal-hal yang terkadang justru membuat kita tertekan baik fisik maupun mental.

Sisi Gelap Dunia Kerja

Berikut ini akan disampaikan beberapa sisi gelap dunia kerja, khususnya di kantor perusahaan, yang mungkin layak diketahui agar bisa menjadi wawasan kita bersama. Semoga bermanfaat.

  • Pahamilah bahwa menjadi karyawan yang loyal tidak serta merta menjamin perusahaan akan berpihak padamu. Sejujurnya, pihak perusahaan hanya membutuhkan keahlian dan kinerjamu saja, bukan yang lain.
  • Ketahuilah bahwa tidak ada perusahaan yang nyata-nyata menganggap pekerjanya layaknya keluarga. Terkadang itu hanya sebagai pemanis agar engkau bekerja lebih keras dan lebih giat ketika menjadi bagian dari perusahaan. Saat engkau resign, keluar atau out maka engkau bukan lagi siapa-siapa dan kembali menjadi orang lain.
  • Pahamilah bahwa sebaik, seakrab dan sedekat apapun hubunganmu dengan rekan kerja, pada dasarnya mereka tetap menjadi saingan terutama bagi level pekerjaannya serupa.
  • Ketahuilah bahwa engkau tak perlu selalu menjadi nomor satu. Mengerti ini itu, mahir ini itu. Sebab justru nanti bisa menjadi bumerang bagimu. Perusahaan akan memanfaatkanmu semaksimal mungkin tanpa disertai penghargaan atas kemampuanmu.
  • Pahamilah bahwa engkau bukanlah komponen terpenting dalam perusahaan. Jadi tidak perlu merasa tinggi hati bahwa perusahaan sangat membutuhkan kehadiranmu. Ingatlah, kapanpun perusahaan mau, mereka bisa menggantimu dengan cepat. Mereka mampu mengganti dirimu dengan orang lain yang sama kemampuannya atau bahkan lebih dari yang engkau miliki.
  • Ketahuilah bahwa dalam sebuah perusahaan, tidak semua dapat bekerja dengan jujur. Akan tetap ditemui orang-orang yang lebih senang menjadi penjilat.
  • Pahamilah bahwa untuk menjadi kesayangan seorang bos atau pimpinan, tidak melulu dari yang paling cerdas maupun ahli. Meskipun kurang cerdas atau kurang ahli, asalkan bisa memahami kemauan bos maka peluang menjadi anak kesayangan terbuka lebar.
  • Ketahuilah bahwa setinggi apapun pendidikanmu, sehebat apapun keahlianmu dan seloyal apapun dirimu, tetap akan kalah dengan perkataan atau hadiah yang menyenangkan bagi bos.

Memang, tidak semua dunia perkantoran atau pekerjaan segelap sebagaimana tersebut di atas. Karena masih banyak juga perusahaan yang bagus, yang fair, yang mengedepankan sisi profesionalitas pekerjanya.

Nah, semisalnya kita menjadi bagian perusahaan yang seperti tersebut di atas, kira-kira apa yang sebaiknya kita lakukan? Berikut sedikit tips yang mungkin bisa berguna.

  • Cukup bekerja sesuai dengan job description yang dibebankan kepadamu. Sekali lagi, melakukan semuanya seakan-akan engkau bisa segala hal justru bisa menjadi bumerang bagimu di kemudian hari.
  • Ketahui dan pahami tujuanmu bekerja di perusahaan tersebut. Kalau sebatas ingin mendapatkan pengalaman dan ilmu maka carilah sebanyak mungkin. Namun jika alasannnya karena ingin memperoleh penghasilan dan materi maka bekerjalah sesuai yang dibebankan.
  • Jangan pernah membawa persoalan pribadi ke tempat kerja. Kalaupun ada yang mendengarkan maka percayalah, jarang yang serius memahami dan memakluminya.
  • Selama diberikan hak cuti, hari libur dan semacamnya maka ambil dan pergunakan sebaik-baiknya.
  • Apabila ada rekan kerja yang kurang menyukai kehadiranmu maka engkau pun tidak perlu repot-repot menyukainya.
  • Perbanyaklah dan kembangkan keahlian serta relasimu. Yakinlah suatu hari nanti pasti akan engkau perlukan, baik ketika ingin mengembangkan karir maupun memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Bekerjalah sebaik-baiknya. Buka mata dan telinga untuk memahami lingkungan kerjamu. Hidup memang penuh tantangan dan cobaan. Semoga dapat terlewati dengan baik dan membahagiakan.

(Photo: PIXABAY)

Lebih baru Lebih lama